02 November 2014, KAPOLRES, Kab. Solok Selatan, Sumatera Barat.
Solok selatan kabupaten yang terletak 166 km dari kota Padang, memiliki pesona alam yang asri dan memiliki budaya masih kental di masyarakat Kabupaten Solok Selatan.
STROM (STANGER OPEN MOTOR) komuniti motor yang peduli akan peraturan dan keselamatan berlalu lintas di daerah kabupaten yang berkembang ini sangat didukung oleh Kapolres dan Kasat Lantas Kab, Solok Selatan. 02 November 2014, STROM dideklarasikan di Kapolres Solok Selatan yang dihadiri langung Oleh kepala Kapolres Bapak AKBP Nanang Putu Wardianto, SStMk dan Kepala Kasat Lantas AKP Indra, SH. Beliau sangat mendukung komunitas ini dan menugaskan komunitas ini menjadi PELOPOR KESELAMATAN BERLALU LINTAS di Kab. Solok Selatan dan menjadi contoh kepada seluruh masyarakat agar selalu safety riding saat berkendara demi keselamatan.
Banyaknya angka kecelakaan dan tidak sedikit nyawa telah melayang dikarenakan kelalaian terhadap peratutan rambu – rambu lalu lintas serta tidak adanya perlengkapan diri saat berkendara ,dengan itu komunitas STROM ini sangat peduli terhadap pentingnya terhadap peraturan berlalu lintas dan mengajak seluruh masyarakat Kab. Solok Selatan untuk menjadikan PATUH TERHADAP LALU LINTAS SEBAGAI KEBUTUHAN.
Wujud dari pedulinya patuh terhadap peraturan lalu lintas Kasat Lantas dan STROM membagi bagikan helm kepada masyarakat Kab. Solok Selatan di Balun, Muara Labuh. AKP Indra SH sendiri yang langsung memakaikan helm kepada pengendara yang tidak menggunakan helm dan memberikan pengarahan untuk patuh terhadap peraturan lalu lintas.
Senin, 17 November 2014
DEKLARASI STROM (STANGER OPEN MOTOR)
Jempol Untuk LGR "Lembah Gumanti Rider"
Sambut LGR "Lembah Gumanti Raider' ke Kab. Solok Selatan. Mudah - mudahan dengan silaturahmi ini menjadikan sesama bikers saling erat dalam persaudaraan.
Kami dari STROM sangat mengucapkan terimakasih kepada LGR yang menyempatkan singgah ke Kab. Solok Selatan dan roling sebentar di Padang Aro.
Dan terimakasih kepada Bapak Julius Zainusa yang bisa disebut Babe Bikers yang jauh - jauh dari Bandung dan juga menyempatkan diri untuk ngopi bareng STROM.
Senin, 10 November 2014
Tata Cara Touring
Hand Code (Kode Tangan)
Gunakan hanya tangan kiri
Acungan jempol ke atas = konfirmasi tanda siap berangkat; atau salam brotherhoodSatu jari = bentuk barisan konvoi menjadi satu kolomDua jari = bentuk barisan konvoi menjadi dua kolomLima jari = konvoi bubar untuk kembali bergabung setelah melewati rintangan (macet)Jari mengepal = siap-siap berhenti (hanya untuk stop point)Menunjuk arah = siap-siap berbelok ke arah yang ditunjuk
Foot Kode (Kode Kaki)
Turunkan kaki kiri = menunjukan adanya lubang di sebelah kiriTurunkan kaki kanan = menunjukan adanya lubang di sebelah kananTurunkan kedua kali = menunjukan jalanan rusak, bergelombang, marka melintang, rel kereta api
Horn Code (Kode Klakson)
Bunyi panjang = konfirmasi siap berangkat (hanya sweeper);tanda klotur putus (hanya sweeper); tanda konvoi sudah kembali komplit setelah terputus (hanya sweeper)Bunyi berulang sering = permintaan emergency stopBunyi pendek dua kali = salam brotherhood
Aturan Dasar
Motor dalam keadaan baik secara keseluruhan Mental dan fisik biker maupun boncenger dalam keadaan fit secara keseluruhan Patuhi semua standar SAFETY RIDER Datang tepat waktu baik di start point ataupun di meeting point Masuk dalam klotur (kelompok touring) yang telah ditentukan.
Tata Cara Pemberangkatan
Berlaku untuk setiap pemberangkatan baik dari start point dan setiap stop point (check point, emergency stop, dll) yang ditentukan oleh RC (road captain)RC memberikan tanda siap berangkat dengan menghidupkan mesin motornya dan memposisikan motornya sebagai RC (terdepan).Peserta mengikuti dengan membentuk barisan 1 (satu) kolom dan ditutup oleh Sp (sweeper).RC memberikan tanda akhir siap berangkat (lihat; hand code) diikuti oleh peserta yang sudah siapSp memberikan tanda konfirmasi siap berangkat kepada RC (lihat; horn code).
Tata Cara Konvoi
Dibagi dalam beberapa klotur dengan maksimum peserta 10 motor per klotur.Tidak membentuk garis lurus dengan motor didepannya.Posisikan motor lebih ke kanan atau ke kiri terhadap motor didepan untuk memberikan jarak menghindar bila terjadi pengereman mendadakAtur jarak aman sesuai kecepatan.Pastikan kecepatan tidak melebihi 60 kpjTidak melanggar lampu merahTeruskan pesan hand code (kode tangan) dan foot code (kode kaki) kepada peserta dibelakangNyalakan lampu penerang jalan (lampu dekat)Hidupkan lampu hazard (opsional)Tidak menggunakan lampu strobo ataupun flip-flopTidak menggunakan sirine ataupun pengeras suaraTidak membunyikan klakson terhadap hal yang tidak perlu atau sudah diwakili oleh RCTidak saling mendahuluiPendengaran tetap dominan terhadap kondisi sekitarUsahakan selalu dan tetap tenangTidak meninggalkan peserta yang mengalami masalah (troble) dijalan
Tata Cara di Lampu Lalu Lintas (Lalin) atau di Persimpangan
RC mengurangi kecepatan terutama saat lampu menyala kuning untuk menghindari putusnya konvoiTetap dalam konvoi kecuali ditentukan lain oleh RCTidak menerobos lampu merah sekalipun konvoi harus terputus
Tata Cara Konvoi Terputus
Sp memberikan pesan horn code (kode klakson)RC mengurangi kecepatanSetelah bebas dari hambatan, peserta yang terputus bersama Sp mengejar konvoi dalam kecepatan aman max. 80 kpjSetelah semua bergabung kembali Sp kembali memberikan horn code
Tata Cara Menghalau Penyusup
Maksimalkan jarak motor dengan motor didepannya sesuai kecepatanBerikan tanda dan berikan jalan untuk mendahului kepada calon dan penyusupSp berusaha mengeluarkan penyusup dengan cara-cara yang baik
Tata Cara Peserta Mengalami Masalah
Peserta berikan tanda darurat mohon berhenti jika memungkinkanRC memberhentikan konvoiSp advice RC bila tidak mengetahui Sp atau salah satu peserta memberi tanda kepada klotur berikutTidak meninggalkan peserta dijalan dalam situasi apapunTidak meninggalkan peserta sendirian atau lebih baik lagi pending kloturBila terjadi kecelakaan minor injured: Sp memberikan tanda kepada klotur berikutnya untuk tidak berhentiKorban dirawat sementaraBawa korban ke balai pengobatan terdekat bila perluBila terjadi kecelakaan major injured: Parkir semua motor di lokasi aman (ditunggui salah satu peserta bila perlu)Semua peserta mengamankan TKP dan atur lalinSp memberikan tanda kepada klotur berikutnyaEvakuasi dipimpin langsung oleh RCRC broadcast berita dan Wajib stop touringBila terjadi mogok : Klotur emergency stop RC cari bengkel terdekat bila tidak bisa ditangani pesertaAntar dan kawal motor ke bengkel terdekat.
Minggu, 02 November 2014
Sadar Pentingnya Keselamatan Berlalu Lintas
Minggu 02 November 2014
AKP Indra SH kepala Sat Lantas Kab. Solok Selatan sekaligus pembina STROM (Stanger Open Motor) melakukan pembagian helm kepada masyarakat kab. Solok Selatan, dan memberikan pengarahan pentingnya patuh terhadap peraturan Lalu Lintas untuk keselamatan berkendara .
Kegiatan ini bermaksud menghimbau masyarakat Kab. Solok Selatan untuk selalu patuh terhadap peraturan lalu lintas.