Rabu, 31 Desember 2014

Launching Logo & Tagline keselamatan berlalu lintas

Kapolres & Kasat Lantas Kab. Solok Selatan meresmikan logo baru pelopor keselamatan berlalu lintas, dengan tema BERSATU KESELAMATAN NO. 1
dan sekaligus mengajak berbagai pihak den berbagai kalangan untuk tertib berlalu lintas.
Komunitas STROM 'Stanger Open Motor' mendapat kepercayaan untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dan budayakan keselamatan sebagai kebutuhan.

Touring STROM Solok Selatan. Solok - Bukit Tinggi - Kelok 9 - Batu Sangkar - Danau Singkarak.

Tgl 07 Desember 2014 STROM 'Stanger Open Motor' Solok Selatan melaksanakan Touring.
Acara touring ini juga untuk menjalin silahturahmi antara komunitas motor yang berada di Prov Sumatera Barat, Seperti komunitas Byonic Solok dan YVCI Bukit Tinggi.







Senin, 17 November 2014

DEKLARASI STROM (STANGER OPEN MOTOR)

02 November 2014, KAPOLRES, Kab. Solok Selatan, Sumatera Barat.
Solok selatan kabupaten yang terletak 166 km dari kota Padang, memiliki pesona alam yang asri dan memiliki budaya masih kental di masyarakat Kabupaten Solok Selatan.
STROM (STANGER OPEN MOTOR) komuniti motor yang peduli akan peraturan dan keselamatan berlalu lintas di daerah kabupaten yang berkembang ini sangat didukung oleh Kapolres dan Kasat Lantas Kab, Solok Selatan. 02 November 2014, STROM dideklarasikan di Kapolres Solok Selatan yang dihadiri langung Oleh kepala Kapolres Bapak AKBP Nanang Putu Wardianto, SStMk dan Kepala Kasat Lantas  AKP Indra, SH. Beliau sangat mendukung komunitas ini dan menugaskan komunitas ini menjadi PELOPOR KESELAMATAN BERLALU LINTAS di Kab. Solok Selatan dan menjadi contoh kepada seluruh masyarakat agar selalu safety riding saat berkendara demi keselamatan.
Banyaknya angka kecelakaan dan tidak sedikit nyawa telah melayang dikarenakan kelalaian terhadap peratutan rambu – rambu lalu lintas serta tidak adanya perlengkapan diri saat berkendara ,dengan itu komunitas STROM ini sangat peduli terhadap pentingnya terhadap peraturan berlalu lintas dan mengajak seluruh masyarakat Kab. Solok Selatan untuk menjadikan PATUH TERHADAP LALU LINTAS SEBAGAI KEBUTUHAN.
Wujud dari pedulinya patuh terhadap peraturan lalu lintas Kasat Lantas dan STROM membagi bagikan helm kepada masyarakat  Kab. Solok Selatan di Balun, Muara Labuh. AKP Indra SH sendiri yang langsung memakaikan helm kepada pengendara yang tidak menggunakan helm dan memberikan pengarahan untuk patuh terhadap peraturan lalu lintas.

Jempol Untuk LGR "Lembah Gumanti Rider"

Sambut LGR "Lembah Gumanti Raider' ke Kab. Solok Selatan. Mudah - mudahan dengan silaturahmi ini menjadikan sesama bikers saling erat dalam persaudaraan.
Kami dari STROM sangat mengucapkan terimakasih kepada LGR yang menyempatkan singgah ke Kab. Solok Selatan dan roling sebentar di Padang Aro.
Dan terimakasih kepada Bapak Julius Zainusa yang bisa disebut Babe Bikers yang jauh - jauh dari Bandung dan juga menyempatkan diri untuk ngopi bareng STROM.

Senin, 10 November 2014

Tata Cara Touring

Hand Code (Kode Tangan)
Gunakan hanya tangan kiri
Acungan jempol ke atas = konfirmasi tanda siap berangkat; atau salam brotherhood Satu jari = bentuk barisan konvoi menjadi satu kolom Dua jari = bentuk barisan konvoi menjadi dua kolom Lima jari = konvoi bubar untuk kembali bergabung setelah melewati rintangan (macet) Jari mengepal = siap-siap berhenti (hanya untuk stop point) Menunjuk arah = siap-siap berbelok ke arah yang ditunjuk

Foot Kode (Kode Kaki)
Turunkan kaki kiri = menunjukan adanya lubang di sebelah kiri Turunkan kaki kanan = menunjukan adanya lubang di sebelah kanan Turunkan kedua kali = menunjukan jalanan rusak, bergelombang, marka melintang, rel kereta api

Horn Code (Kode Klakson)
Bunyi panjang = konfirmasi siap berangkat (hanya sweeper); tanda klotur putus (hanya sweeper); tanda konvoi sudah kembali komplit setelah terputus (hanya sweeper) Bunyi berulang sering = permintaan emergency stop Bunyi pendek dua kali = salam brotherhood
Aturan Dasar
Motor dalam keadaan baik secara keseluruhan Mental dan fisik biker maupun boncenger dalam keadaan fit secara keseluruhan Patuhi semua standar SAFETY RIDER Datang tepat waktu baik di start point ataupun di meeting point Masuk dalam klotur (kelompok touring) yang telah ditentukan.
Tata Cara Pemberangkatan
Berlaku untuk setiap pemberangkatan baik dari start point dan setiap stop point (check point, emergency stop, dll) yang ditentukan oleh RC (road captain) RC memberikan tanda siap berangkat dengan menghidupkan mesin motornya dan memposisikan motornya sebagai RC (terdepan). Peserta mengikuti dengan membentuk barisan 1 (satu) kolom dan ditutup oleh Sp (sweeper). RC memberikan tanda akhir siap berangkat (lihat; hand code) diikuti oleh peserta yang sudah siap Sp memberikan tanda konfirmasi siap berangkat kepada RC (lihat; horn code).
Tata Cara Konvoi
Dibagi dalam beberapa klotur dengan maksimum peserta 10 motor per klotur. Tidak membentuk garis lurus dengan motor didepannya. Posisikan motor lebih ke kanan atau ke kiri terhadap motor didepan untuk memberikan jarak menghindar bila terjadi pengereman mendadak Atur jarak aman sesuai kecepatan. Pastikan kecepatan tidak melebihi 60 kpj Tidak melanggar lampu merah Teruskan pesan hand code (kode tangan) dan foot code (kode kaki) kepada peserta dibelakang Nyalakan lampu penerang jalan (lampu dekat) Hidupkan lampu hazard (opsional) Tidak menggunakan lampu strobo ataupun flip-flop Tidak menggunakan sirine ataupun pengeras suara Tidak membunyikan klakson terhadap hal yang tidak perlu atau sudah diwakili oleh RC Tidak saling mendahului Pendengaran tetap dominan terhadap kondisi sekitar Usahakan selalu dan tetap tenang Tidak meninggalkan peserta yang mengalami masalah (troble) dijalan
Tata Cara di Lampu Lalu Lintas (Lalin) atau di Persimpangan
RC mengurangi kecepatan terutama saat lampu menyala kuning untuk menghindari putusnya konvoi Tetap dalam konvoi kecuali ditentukan lain oleh RC Tidak menerobos lampu merah sekalipun konvoi harus terputus
Tata Cara Konvoi Terputus
Sp memberikan pesan horn code (kode klakson) RC mengurangi kecepatan Setelah bebas dari hambatan, peserta yang terputus bersama Sp mengejar konvoi dalam kecepatan aman max. 80 kpj Setelah semua bergabung kembali Sp kembali memberikan horn code
Tata Cara Menghalau Penyusup
Maksimalkan jarak motor dengan motor didepannya sesuai kecepatan Berikan tanda dan berikan jalan untuk mendahului kepada calon dan penyusup Sp berusaha mengeluarkan penyusup dengan cara-cara yang baik
Tata Cara Peserta Mengalami Masalah
Peserta berikan tanda darurat mohon berhenti jika memungkinkan RC memberhentikan konvoi Sp advice RC bila tidak mengetahui Sp atau salah satu peserta memberi tanda kepada klotur berikut Tidak meninggalkan peserta dijalan dalam situasi apapun Tidak meninggalkan peserta sendirian atau lebih baik lagi pending klotur Bila terjadi kecelakaan minor injured: Sp memberikan tanda kepada klotur berikutnya untuk tidak berhenti Korban dirawat sementara Bawa korban ke balai pengobatan terdekat bila perlu Bila terjadi kecelakaan major injured: Parkir semua motor di lokasi aman (ditunggui salah satu peserta bila perlu) Semua peserta mengamankan TKP dan atur lalin Sp memberikan tanda kepada klotur berikutnya Evakuasi dipimpin langsung oleh RC RC broadcast berita dan Wajib stop touring Bila terjadi mogok : Klotur emergency stop RC cari bengkel terdekat bila tidak bisa ditangani peserta Antar dan kawal motor ke bengkel terdekat.

Minggu, 02 November 2014

Sadar Pentingnya Keselamatan Berlalu Lintas

Minggu 02 November 2014
AKP Indra SH kepala Sat Lantas Kab. Solok Selatan  sekaligus pembina STROM (Stanger Open Motor) melakukan pembagian helm kepada masyarakat kab. Solok Selatan, dan memberikan pengarahan pentingnya patuh terhadap peraturan Lalu Lintas untuk keselamatan berkendara .
Kegiatan ini bermaksud menghimbau masyarakat Kab. Solok Selatan untuk selalu patuh terhadap peraturan lalu lintas.

Minggu, 19 Oktober 2014

TOURING FAMILY

Touring family STROM menjadikan Keluarga besar STROM menjadi lebih dekat, touring family ini dilaksanakan di Prov. Jambi, Kayu Aro. Dilokasi pariwisata yang selalu banyak dikunjungi oleh masyarakat dalam daerah ataupun luar daerah.
Aroma peko dan Air Terjun menjadi tujuan keluarga STROM untuk menikmati kebersamaan. Mudah-mudahan dengan touring family ini STROM lebih dekat dan solid.

Jumat, 17 Oktober 2014

Deklarasi STROM

http://strommedia.blogspot.comStanger Open Moge (STROM) akan melakukan deklarasi pada tanggal 26 Oktober 2014 yang langsung akan dipimpin oleh pimpinan Kapolres Solok Selatan dan Kasat Lantas Solok Selatan.
Deklarasi ini bertujuan untuk membuktikan kepada seluruh masyarakat Solok Selatan bahwa STROM (Stanger Open Moge) komunitas roda dua ini sudah mendapat izin kepada pihak-pihak yang berwenang. tidak hanya itu, STROM juga akan berusaha menunjukan contoh bagai mana pentingnya SAFETY RIDING bagi pengguna kendaraan roda dua.